About

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 29 Maret 2012

Buka Mata Hati

Lihat betapa miris nya negeriku ini masih banyak nya anak telantar di jalanan sob, terutama di kota kota besar yang berpenduduk tinggi, masih adakah rasa bersyukur dari kita semua , masih ada kah rasa empati di hati orang kaya-kaya di negeri ini. " INGET ", 2,5 % harta anda milik mereka kawan .


Masih adakah yang peduli ? , dimana mata hati nurani dewan rakyat kita sebagai wakil rakyat yang menjalankan pemerintah sebagai penyalur aspirasi rakyat. Sidang dan rapat di gedung yang hanya bilang setuju dan mementingkan kelompoknya tak berpihak pada rakyat. Apa seperti ini potret negeriku di kota kota besar.

 

Dalam penangan dan peraturan di negara  kemisikina dan anak terlantar tertera  dalam pembukaan UUD RI 1945 bahwa pemerintah negara Indonesia wajib melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan wajib pula memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

 

Coba kita lihat kembali ke peraturan UUD 1945 sebagai hukum dasar tertinggi dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara, kita simak UUD 1945 yang sudah di Amandemen Pasal 34 ayat 1 yang berbunyi "Fakir Miskin dan anak - anak yang terlantar dipelihara oleh negara". bagaimna pelaksanaannya apakah hanya sebuah peraturan yang di pajang semata.



Mereka juga butuh tempat tinggal dan pendidikan kan yang layak seperti anak biasanya , bagaimana mewujudkan masyarakat yang cerdas dan SDM yang tinggi sedangkan pendidikan aja belum semuanya merata bagi semua lapisan masyarakat . Di mana isi pancasila sebagai dasar negara kita  point ke lima " Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia " .



Sob, mereka mungkin tersenyum lebar bisa berkumpul bersama teman teman sebaya dan belajar, mereka juga punya mimpi yang besar dan ingin mewujudkan mimpinya di bangku sekolah.  Sampai sekarang itu hanya sebuah angan- angan di pikiran meraka. Andai saja pemerintah dengan sungguh sungguh memperhatikan dan memberdayakan mungkin semua ini akan berkurang bahkan teratasi dengan baik.
Semoga bangsa yang besar ini bisa mengatasi semua hiruk pikuk permasalahan yang ada di dalam negeri sob...  Sekian

hehe :D , mungkin hanya ini yang saya bisa utarakan . kritik dan saran saya harapkan brother.....

referensi foto

Sabtu, 24 Maret 2012

BARBARISME ATAS KE (BER) ADABAN


    TERORISME. Siapapun pelakunya, apapun latarbelakangnya, ledakan bom itu merupakan serangan atas kemanusiaan, peradaban danke (ber) adaban manusia. Maka, tiap elemen bangsa yang menghormati kehidupan dan kemanusiaan mengutuk aksi itu.
SINDROM KEKALAHAN.
    Salah satu tafsir mengapa orang berlaku keji atas nilai nilai kemanusiaan adalah karena para teroris di landa sindrom kekalahan atas kehidupan. Kematian di pilih sebagai resolusi atas ketidak berdayaan atau kekalahan mereka. Inilah yang dalam konstruk teoretis Hrair Dekmejian (1985; 27-32 ) disebut sindrom terendah akibat kekalahan bertubi tubi para teroris.
     Jalan kematian dengan melibatkan banyak orang tak bersalah menjadi katarsis dalam perlawanan paling memungkinkan atas aneka bentuk kebuntunan dan kegagalan yang dialami teroris. Dan mereka gagal menemukan jalan rasioanal yang elegan. Para teroris adalah orang orang yang kalah bertempur dalam medan kehidupan. Akibatnya, mati bersama “ musuh “ adalah jalan yang paling di anggap paling rasional.
    Scott Appleby (2002) menegaskan imaginasi dan psikologi kaum teroris di hantui sejarah kekalahan, nestapa , dan kepahitan hidup yang tak kujung usai. Memori mereka dihantui perasaan terkepung “musuh” .
Psikologi dan imaginasi kekalahan itu lalu bdijadikan rujukan normative guna melakukan aksi “ balas dendam” atas kekalahan yang dialami. Para teroris tidak mampu mengalahkan musuh dalam kontenstasi kuasa, maka “mati bersama” menjadi pilihan yang realistis.

KONTRUKSI MUSUH
    Korban teroris sebagian besar adalah “musuh simbolik “ atau “ musuh imajiner “ yang terkontruksi, dan bukan musuh “ontologism”. Dengan demikian, musuh adalah konstruksi semantic yang sengaja dihadirkan dalam realitas social guna melegitimasi self fulfilling prophecy bteroris. Kata  James Aho (1994 : 26 ) “ if an enemy is noy ontologically present in the nature of things, one must be manufactured”.
    Peter berger dan Thomas luckhman (1964) mengidentifikasi lima tahap proses terjadinya kontruksi “musuh “. Pertama , tahap “penamaan “ atau “ pelebelan “ , di mana proses identifikasi musiuh terjadi melalui sebutan sebutan antagonistic .
Kedua, “legitimasi” melalui berbagai pembanaran teologis- ideologis atas sikap permusuhannnya itu.
Ketiga , pembuatan mitos “ mythmaking” guna menggalang simpati atau dukungan kelompok internal.
Ke empat, “ sedimentasi “, yakni proses pengendapan pemahaman antagonistic kedalam memori kolektif kelompok teroris. Keempat tahap ini menjadi berkulmunasi menjadi “ritual”.
Kelima, menggunakan aksi aksi vandalistic- kekerasan terhadap musuh.

SINDROM KEHIDUPAN
    Satu satunya cara untuk melawan “ sindrom kematian” ala teroris adalah dengan “sindrom kehidupan” . Erich Fromm (1964) sering menyebutnya sebagai “ sindrom pertumbuhan “ . “sindrom kehidupan “ menempatkanb hidup sebagai entitas sacral yang harus dijaga dan di isi dengan cinta dan kasih saying terhadap sesame.
Proses kontestasi dalam kehidupan harus di hadapi secara penuh ke adaban, terlepas hasil akhir proses kontestasi itu. Kekalahan dalam kehidupan tidak harus dijawab dengan kematian sebab tidak satu agama pun menganjur kan kematian sebagai jalan keluar kekalahan.
    Islam, misalnya, menempatkan kehidupan sebagai entitas yang sacral. Agama mengajarkan  membunuh satu jiwa yang tak berdosa sama dengan membunuh seluruh manusia. Agama agama juga member penghargaan yang tinggi dalam kehidupan. Dengan demikian, jalan kekerasan dan kematian adalah pilihan para pecundang. Mari menghargai kehidupan dengan menjaganya dengan cara keberadaban.

Kutip  di KOMPAS
MASDAR HILMY , Dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya ; alumnus the University of Melbourne, Australia

Sabtu, 04 Februari 2012

Tangkis Globalisasi dengan Kebijakan Bermuatan Pendidikan Karakter



Bandung, UPI

Auditorium Gedung Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Jumat (27/1/2012) pagi,  menjadi berbeda karena hadirnya Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).  Ia hadir untuk memberikan kuliah umum bertema “Globalisasi  dan Komunitas Asia Raya yang digagas Yayasan One-Asia di Tokyo Jepang yang berlangsung sejak dua bulan lalu.
Diani Risda, Koordinator OIER UPI memaparkan bahwa kehadiran Rektor adalah mengisi perkuliahan umum yang ke-8 dari 12 kali pertemuan yang sudah dijadwalkan.  Secara spesifik, Prof. Sunaryo menyampaikan makalah berjudul, “Globalisasi dan Komunitas Asia  Raya Berdasarkan Perspektif Pendidikan.”
Prof. Sunaryo memaparkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud implementasi langkah internasionalisasi yang memuat isu pendidikan.  Sebenarnya perkeluliahan seperti ini sudah dilaksanakan di berbagai Negara, seperti Jepang, Australia, Amerika dan Cina. Melalui  media pendidikan ini diharapkan dilakukan proses menyeleksi dan membangun perspektif yang lebih luas.
“One Asia Community sebenarnya merefleksikan upaya untuk menunjukan identitasnya, namun sebenarnya tidak dapat melepaskan interdependensi juga koneksi antara sekelompok masyarakat untuk menampilkan jati dirinya. Prosesnya bisa down to up atau sebaliknya, dan jika up to down akan menunjukkan adanya dominasi kultur dan ekonomi,” kata Prof. Sunaryo.


Saat ini  ada tiga persoalan yaitu kulktur, ekonomi dan teknologi yang pengaruhnya pesat di komunitas ini.  Hal ini berimbas kepada persoalan bagaimana mengelola perilaku. “Sebagai ilustrasi dalam bidang akademik, adalah fenomena mudahnya karya ilmiah di internet memudahkan pencarian bahan penulisan. Kecepatan proses teknologi tersebut apakah dapat diimbangi pula dengan tata nilai, kode etik penulis saat mengambil keputusan untuk mencantumkan referensinya,” ujar Prof. Sunaryo.
Ia menegaskan bahwa melakukan pencegahan plagiarisme sangat urgen dengan mengokohkan kekuatan hati dan pikiran dalam menghadapi teknologi yang borderless dan fasilitas yang memudahkan tersebut.
Dikatakan, sebenarnya One Asia adalah bentuk kesepakatan dalam mengimbangi kekuatan dunia yang lain, terutama Eropa dan Amerika Serikat.  Bila melihat dari populasi penduduk di negara Asia yang jumlahnya besar, hal ini akan memiliki dampak  terhadap implementasi pendidikannya.  Berdasarkan estimasi dari jumlah penduduk Indonesia, sekitar 60% -nya saja pada tahun 2025 yang saat ini masih berusia 0-15 tahun akan menjadi sumber daya manusia  produktif.
“Momentum ini harus segera dikawal dengan sistematis melalui perspektif pendidikan. Meski demikian,  patut pula diantisipasi adanya kemungkinan adanya lost generation.  Mobilitas penduduk adalah suatu keniscayaan, maka harus diantisipasi melalui regulasi yang berarah positif,” tandas Rektor.


Bermuatan Pendidikan Karakter
Suatu bahan perenungan dengan adanya brand yang kuat dari negara tetangga Malaysia yang sudah membahana di dunia internasional patut disikapi dengan kebijakan makro.  Pada kenyataannya, pendidikan nasional belum mampu berkompetisi dengan pendidikan negara yang mampu menerapkan sistemnya di tanah air. Hal ini salah satunya karena adanya kebijakan imigrasi yang tidak memudahkan bagi mahasiswa asing yang ingin melanjutkan studi di Indonesia.
“Masalah penguasaan bahasa Inggris dan metodologi penelitian di bidang akademik pada perguruan tinggi patut menjadi perhatian khusus.  Belum lagi perlu digalinya keunggulan keahlian yang berdasarkan core valuebangsa.  Misalnya dengan menampilkan kekuatan bahasa Indonesia di dunia internasional agar mampu  menjadi keunggulan Asia. Kemampuan melakukan stimulasi  kondisi yang ada dengan kerja keras berorientasi menghasilkan mutu patut dicamkan,” ujar Prof. Sunaryo.
Ia mengingatkan perlunya komparasi sebagai perilaku yang reaktif dan adaptif seperti adaptif terhadap teknologi yang baru.  Keunggulan bangsa pun dapat dilihat dari kemampuan berkerasi dan berinovasi dalam menciptakan produk pendidikan yang bermutu dan tidak terlepas dari proses kultur yang ada. Hal yang terpenting adalah jangan sampai kecerdasan kita dimanfaatkan negara lain.  Seperti yang selama ini terjadi dalam sejarah pendidikan di mana sebelumnya negara-negara Asia Tenggara pernah belajar di Indonesia pada tahun 1970-1980.  Sekarang kenyataannya  mereka memiliki brand yang lebih baik di mancanegara.
“Menyinggung ukuran standarisasi di dunia internasional sebenarnya tidak sama di semua negara.  Namun standar pada hakikat diakui secara dinamis oleh bangsa lain. UPI berupaya mendorong para dosen membangun pembelajaran berbasis riset.  Semoga dapat dipelopori riset dengan industry,” kata Prof. Sunaryo selanjutnya.
Rektor selanjutnya menekankan pentingnya meneladani negara Finlandia di mana pendidik menduduki posisi strategis karena mereka memang memiliki kompetensi yang baik. Indonesia patut membenahi alokasi distribusi pendidik yang terbentur  sistem pemerintahan otonomi daerah, sehingga banyak penempatan pendidik di daerah yang tidak berimbang.
“Pada akhirnya memang semua harus dievaluasi agar sistem pendidikan sesuai filosofinya dalam kerangka pendidikan yang sistemik, dalam menciptakan anak bangsa yang lebih baik melalui pendidikan karakter kita yang unik,“ ujar Prof. Sunaryo. (Dewi Turgarini/Foto: Dodi)

http://berita.upi.edu/2012/01/28/tangkis-globalisasi-dengan-kebijakan-bermuatan-pendidikan-karakter/

Seperti apa si GALAU itu ?





    Galau, Fenomena yang sekarang tejadi pada setiap orang dikala ada masalah terutama anak anak ababil yang baru beranjak dewasa. Pada hakikatnya galau itu sendiri merupakan rasa cemas dan penak akan masalah yang dihadapi. Kebanyakan galau itu lebih dominan dengan masalah percintaan anak remaja atau kadang dewasa pun terserang rasa galau.

    Ane juga pernah ngerasain galau yang berkepanjangan akibat percintaan , tapi buat apa ngegalau ga jelas atau mikirin masalah yang tak ujung usai padahal disitu banyak jalan keluar . jikalau rasa galau itu pun terjadi alangkah baik nya kita salurkan rasa rasa yang membelenggu itu dengan berbagi ketemen(curhat) barangkali temen punya solusi yang jitu untuk masalah ente.

    Para pencinta galau atau yang biasa kita sebut galauwers itu sendiri bisa kita temui dilingkungan kita atau temen temen kita dengan mimik muka yang manyun dan sering menyendiri meraungi nasib akan kegalauannya, sering melamun itu juga bisa akibat dari virus galau. Akibat yang ditimbulkan dari efek galau tersebut yang saya alami sendiri, bahwasannya mengganggu suasana sosial kita dengan menghiraukan panggilan temen, merubah suasana disaat ada temen maen atau kumpul dengan tidak banyak ngomong.

    Toh sob, jikalau anda sedang galau mendingan curahkanlahh rasa galau anda , problem apa yang terjadi cari solusi sama temen, dari pada anda terpuruk, nahhh kapan move on nya atuh .

Kamis, 02 Februari 2012

ANAK ALAY Salah satu fenomena yang sekarang banyak di benci dan di caci maki orang. Ahhh miris bener bangsa ini, di balik banyak problema problema tentang korup kemiskinan pengangguran dan lain lain tapi disisi lain penerus bangsa kita merusak bahasa indonesia sendiri . Saya menghargai bahkan saya beri apresiasi buat anak alay dengan kretifitasnya toh namun jangan menyusahkan orang lain yang tidak segaul dan sekelompok dengan anda. Saya juga pernah ngerasain yang namanya alay bahkan mungkin masih alay menurut pandangan anda, tapi setidaknya saya berusaha untuk tidak merugikan orang lain. Menurut radhitya dhika seorang penulis yang juga pernah tampil sebagai stand up comedy bahwa anak alay merupakan tahap perkembangan orang indonesia mulai dari Bayi , anak anak , remaja, alay , dewasa dan tua. Alay juga mungkin menyebut bahwa dirinya itu orang gaul atau mungkin juga gaul yang berlebihan melebihi batas gaul sampe sampe bikin orang pusing nanggepinnya. Ane tidak terlalu berpendapat bahwa orang alay itu selalu jelek karena itu juga HAM mereka juga, tapi yang pasti kalau mau kreatif kreatif yang sesuai dengan jalur yang tidak merugikan atau membingungkan orang lain. SO, BAGI PARA ALAYERS JANGANLAH BERKECIL HATI MASIH ADA JALAN UNTUK BERTOBAT DAN MEMPERBAIKI DIRI. Alay dulu waktu saya SMP sering ditayangin di televisi di berita bahwa anak alay juga merupakan bagian dari komunitas yang gaul yang sering nongkrong dengan gaya celana pensil di pelorodin bagian pinggangnya. Dengan berjalannya waktu yang semakin sini kian lebih menggoblal, komunitas tersebut mulai surut dan dikucilkan oleh anak anak gaul berpendidikan yang tahu mana sesuatu yang dapat dilestarikan dan mana yang nora yang tidak etis atau menyusahkan orang lain. Ciri ciri alay masih dapat kita kunjungi disekitar kita seperti berikut : Dari ketikan sms : Alay : Alluw kag! Leh knal? Ap kBrx? A lay : Huft …Plz dund…bkn t3mb3m cmu4, tp ’emb3m c@iank cMuana’. W AD klaz xmp lw dlu. J4h@d bgd d3ch……fufufuuu :’( Alay :Ea mu’uph kag…. Abzn udh kbi@s44n kag. Jng mrh dund… hix… hix… Oh ea y.. Kn ad alay : bnyk ea… muv dh muv.. Eh kag, w inged loh qt dlu prNh kut xkul PeNcak sLt bReng jG. Tulisan dikutip http://rinaldimunir.wordpress.com/2011/04/12/obrolan-anak-alay-dengan-orang-normal-lucu-abiss/ Jujur dah saya aja agak ribet baca nya nyampe satu jam ngertiin tulisan seperti ini. Biasanya orang orang somplak yang nulis beginian sekalian aja bikin plat nomor apalagi yang di facebook nama panjang panjang seperti jalan kereta api dan baca akunnya aja saya sambil garuk garuk pant*t . " perusak budaya negeri ". Toh kalau mau disingkat pula yang di mengerti orang lahh , sewajarnya aja.
Gaul habis ini orang , gila ahhh narsis banget bro.. Mungkin seperti inilah argumen menurut orang orang bahwa foto seperti ini alay atau mungkin yang di keatasin kameranya dengan rambut pirang panjang sebelah . SO, YANG MERASA ALAY MASIH BANYAK HARI UNTUK MEMPERBAIKI DIRI SEBELUM MATI KARENA CACIAN DARI SEKELILINGNYA. :D ALAY, GO TO HELL !

Selasa, 31 Januari 2012

MENGATASI RASA MALAS




Kemalasan menjadi hal yang kerap menjangkiti seorang pelajar. Rasa malas disini di artikan sebagai keengganan untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dilakukan. Wujud dari kemalasan ini umumnya menunnda nunda pekerjaan. Perasaan ini hilangnya menggambarkan hilangnya motivasi seseorang untuk melakukan yang terbaik bagi dirinya. Tentu saja, mereka mereka yang memiliki rasa malas berada jauh dari kata "sukses".

Rasa malas sebenernya dapat di tanggulangi, prtaama dengan membuat tujuan. Ketika seseorang memiliki tujuan yang jelas dan memiliki keinginan kuat untuk mencapainya. Menuliskan resolusi atau komitmen yang harus dicapai secara bertahap, dapat mengalahkan rasa malas yang ada dalam diri. Ganti pemikiran lama. Dari dulunya selalu memikirkan betapa banyak yang harus dipelajari atau dikerjakan, menjadi kalimat, "saya mulai sekarang...". Cara pandang ini menggambarkan semangat yang dapat mengefesiensikan waktu. Perbanyaklah teman yang memiliki ambisi, motivasi hidup, dan tujuan yang pasti.

Perjuanmgan dalam kemalasan diharapkan dapat menulari seseorang untuk lebih giat lagi karena, situasi dan orang orang disekeliling kita, dapat mempengaruhi kepribadian. Disiplin diri. Hal ini menjadi penting, karena jika tidak, apa yang kita lakukan untuk melawan kemalasan akan sia-sia. Mendispilinkan diri dan mengembangkan kebiasaan positif seperti yang telah disebutkan adlah obat untuk menyhembuhkan kemalasan.

So, teman teman semua mari kita hapus kemalasan dan pergi untuk menyambut masa depan . "Salam sukses"

Kutip : Rumah pengetahuan kompas

Rabu, 18 Januari 2012

Waaawww Pendiri Raksasa Teknologi yang Menarik Diri


Mendirikan, kemudian 'meninggalkan'. Inilah yang dilakukan beberapa tokoh berikut yang dikenal lewat prestasi mereka dalam mendirikan perusahaan teknologi yang kini meraksasa.

Tentunya alasan kuat mengiringi keputusan besar Bill Gates cs sebelum menyerahkan kursi tertinggi kepemimpinan di perusahaan milik sendiri. Mari kita telusuri lebih lanjut.

1. Bill Gates - Microsoft Corp.
William Henry Gates III atau lebih dikenal dengan Bill Gates mendirikan perusahaan Microsoft Corp. Ia sempat mengenyam pendidikan di Harvard University sebelum akhirnya di-drop out demi mengembangkan Microsoft.

Pengorbanannya tak sia-sia. Perusahaan software ini berkembang pesat dan menjadi raksasa di bidangnya. Bill Gates sendiri menyabet gelar dari majalah Forbes sebagai orang terkaya di dunia selama beberapa tahun.

Jabatan CEO dipegang Gates sampai ia memilih untuk mengopernya ke Steve Ballmer di tahun 2000. Gates memilih menjadi 'chief software architect. Namun selang 6 tahun, Gates pun kembali menyerahkan perannya dan memutuskan untuk memegang jabatan Chairman saja.



Memenuhi jiwa dermawannya, di tahun 2008, Gates memilih untuk lebih fokus ke yayasan amal yang ia dirikan bersama sang istri, Bill & Melinda Gates Foundation. Diberitakan, yayasannya telah membantu puluhan ribu anak-anak yang menderita polio dan malaria.

2. Jon S. von Tetzchner - Opera Software




Perbedaaan opini dengan petinggi Opera menyebabkan pendiri sekaligus CEO Opera Jon S. von Tetzchner meninggalkan jabatannya.

"Sudah jelas bahwa jajaran direksi dan manajeman memiliki pandangan dan opini yang berbeda dengan saya. Sebagai hasilnya, saya sudah bersepakat dengan jajaran dewan untuk mengakhiri masa saya di Opera," ujar Tetzchner.

Von Tetzchner melahirkan Opera Software di tahun 1995 dan memegang tongkat kepemimpinan hingga tahun 2010 sebelum akhirnya melenggang pergi.

3. Steve Jobs - Apple Inc.




'Stay Hungry, Stay Foolish' adalah kalimat dari Steve Jobs yang menginspirasi banyak orang. Steve Jobs mendirikan Apple bersama Steve Wozniak. Sakit yang berkepanjangan memaksa Jobs meninggalkan kursi CEO Apple pada Agustus tahun lalu.

Pengunduran diri sepenuhnya ini menyusul cuti panjang yang diambil Jobs. Tokoh yang identik dengan pakaian turtleneck, jeans dan sepatu kets ini menjalani perawatan transplantasi hati akibat sakit kanker pankreas yang dideritanya.

Di bawah kepemimpinan Jobs, Apple dikenal lewat produk-produknya yang mengunggulkan kualitas tinggi dengan balutan desain yang simple tapi menawan.

"Dengan ini saya menyatakan mengundurkan diri sebagai CEO Apple. Saya masih ingin mengabdi untuk Apple, jika dewan direksi menganggap itu masih layak, sebagai chairman of the board, direktur dan karyawan Apple," lanjutnya. Jabatan CEO Apple selanjutnya dipegang oleh Tim Cook.

Steve Jobs singgah di hati banyak orang. Selain sukses dengan Apple, ia juga dikenal karena filosofi hidupnya yang bijak. Tak heran saat ajal menjemputnya, dunia seakan berduka bersama.

4. Jerry Yang - Yahoo Inc.




Inilah pendiri sekaligus mantan CEO perusahaan internet tenar yang sekarang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan. Adalah Jerry Yang yang mengikuti jejak tiga CEO di atas untuk mundur dari perusahaan yang didirikannya sendiri.

Alasan pastinya belum terlihat jelas, namun beberapa prediksi mengatakan bahwa Jerry mundur karena perusahannya makin dihimpit Google dan Facebook yang notabene lebih muda. Prediksi lain mengatakan, Jerry ingin menghindari proxy fight yang dilontarkan oleh salah satu pemegang saham.

Jerry Yang mendirikan Yahoo Inc. di tahun 1995 bersama David Filo. Sempat memposisikan Yahoo di puncak kejayaan dan duduk di kursi CEO selama beberapa tahun, di awal 2012 ini Jerry akhirnya memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan kiprahnya.

"Telah tiba saatnya bagi saya untuk mengejar interest lain di luar Yahoo," demikian pernyataan sosok kelahiran Taiwan 43 tahun silam ini mengenai kemundurannya.

http://www.detikinet.com/read/2012/01/18/145514/1818919/398/4-pendiri-raksasa-teknologi-yang-menarik-diri/






Followers

Pages